Penting nya pengawasan Kesehatan Mental, Media, dan Anak Muda.

BUNUH DIRI

Di era saat ini sedang maraknya terjadi peristiwa bunuh diri pada remaja, hal ini menjadi perhatian khusus. Berdasarkan data dari Kepolisian RI pada periode Januari - Juli 2023 terdapat sebanyak 663 kasus bunuh diri di Indonesia, data ini menunjukkan adanya kenaikan hingga 36,4 dibanding tahun 2021.

Hal seperti ini bisa terjadi karena kesehatan mental yang melemah, dimana jika melihat era saat ini banyak anak muda yang rata rata selalu dimanja oleh kedua orang tuanya, sehingga saat menghadapi kesusahan yang bertubi tubi, mereka tidak kuat menghadapi dan sulit dalam menemukan solusinya. Faktor penyebab lainnya juga tidak menutup kemungkinan dari kalangan remaja yang memang tidak dimanja sedari kecil, sehingga mereka mungkin sudah mencapai batas kekuatan dalam menghadapi masalahnya dan menyebabkan pelarian lain yaitu bunuh diri.

Sebenarnya masih banyak faktor lainnya seperti dari diri sendiri dan lingkungan, seperti remaja era saat ini dari diri sendirinya selalu merasa tidak dapat kasih sayang dari kedua orang tuanya, padahal hanya pikiran buruknya saja yang memenuhi pikiran mereka sehingga berpikiran bahwa kedua orang tuanya tidak memberi kasih sayang, atau mungkin juga dari diri sendiri yang menutup semua kesusahan dan masalahnya karena tidak ingin terlihat lemah atau menyusahkan kedua orang tuanya sehingga kesusahan atau masalah yang dihadapi ditanggung sendiri dan menyebabkan depresi hingga bunuh diri. Hal ini juga berhubungan dengan lingkungan sekitar, dimana kurangnya kepekaan sosial saat ini sehingga banyak orang sekitar yang tak acuh terhadap tanda tanda depresi pada orang sekitarnya, atau bahkan lebih parah lagi, lingkungan sekitar mereka yang menyebabkan menambah beban depresi sehingga pelariannya tidak lain adalah bunuh diri.

Melihat peristiwa ini banyak dari orang orang yang beranggapan bahwa bunuh diri bukanlah jalan yang tepat dalam menghadapi depresi, hal itu menjadikan semakin banyak orang sekitar yang menilai bahwa orang yang bunuh diri merupakan orang yang lemah, karena orang sekitar sering kali meremahkan apa yang terjadi pada orang lain. Dilihat dari motif dibalik kasus bunuh diri saat ini yang hanya berkaitan dengan depresi saat kuliah atau pun depresi menjalani hidupnya.

Di era digital khususnya bagi media sosial memegang peranan penting, Dalam hal ini media sosial berperan sebagai perantara antara satu individu dan individu lain serta perantara dari segala macam informasi berkumpul menjadi satu. Dalam marak nya kasus bunuh diri, media sosial membawa dampak positif dan dampak negatif.  di antara nya berita berita yang mudah tersebar bisa jadi menjadi pemicu anak muda untuk melalukan hal serupa, dimana mereka memiliki sugesti bahwa apa yang mereka lalukan ini tidak sendirian melainkan banyak terjadi diluaran sana serta tidak dapat di hindari bahwa dalam kehidupan dunia maya atau media sosial inu menjadi tempat yang menyeramkan dimana hal bullying, kekerasan, pemaksaan, pencemaran nama baik, dan juga tindakan asusila bisa terjadi, hal ini lah yang dikatakan dampak negatif dari media sosial itu sendiri. 

Di sisi lain dampak negatif muncul juga dampak positif dimana terjadi pertukaran emosi serta dukungan dari teman media sosial yang bisa menjadi alasan bahkan titik balik sadar nya anak muda akan keadaan salah yang sedang terjadi atau bahkan sedang mereka alami dan rasakan. Kritik sosial menjadi faktor lain yang juga penting diperhatikan dalam maraknya kasus Bunuh Diri pada remaja.